NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Lamandau berhasil membalikkan kinerja keuangan dari merugi menjadi laba atau keuntungan pada tahun buku 2025, seiring dengan perbaikan layanan dan penguatan tata kelola perusahaan.

Direktur Perumdam Tirta Lamandau Zulkarnain dihubungi dari Nanga Bulik, Jumat, 30 Januari 2026 mengatakan, capaian tersebut menjadi tonggak penting sejak perusahaan berdiri, setelah selama bertahun-tahun mencatatkan kerugian.

“Sejak 2020 kami secara konsisten menurunkan tingkat kerugian setiap tahun. Dengan efisiensi, optimalisasi kinerja, serta dukungan penyesuaian tarif pada akhir 2024, pada 2025 kami untuk pertama kalinya berhasil mencatatkan laba,” ujar Zulkarnain.

Pada 2025, Perumdam Tirta Lamandau membukukan laba sebesar Rp1,9 miliar, berbalik dari kondisi sebelumnya yang masih mengalami kerugian sebesar Rp331,1 juta.

Selain itu, arus kas perusahaan juga terus menunjukkan pertumbuhan positif, mencerminkan fondasi keuangan yang semakin sehat dan mandiri.

Sejalan dengan perbaikan keuangan, kinerja pelayanan kepada pelanggan turut meningkat. Jumlah sambungan langganan naik dari 4.797 menjadi 5.077 pelanggan.

Cakupan layanan teknis meningkat dari 22,32 persen menjadi 23,34 persen, sementara cakupan administrasi naik dari 11,67 persen menjadi 12,18 persen. Tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) berhasil ditekan dari 24,24 persen menjadi 23,39 persen.

Kontinuitas layanan juga terjaga dengan rata-rata jam layanan harian mencapai 22–23 jam. Efektivitas penagihan berada di atas 97 persen, yang turut mendukung stabilitas arus kas perusahaan.

Berdasarkan evaluasi kinerja oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Perumdam Tirta Lamandau secara konsisten berada dalam kategori “Sehat” sejak 2020. Skor kinerja meningkat dari 3,16 pada 2020 menjadi 3,31 pada evaluasi terbaru.

Zulkarnain menambahkan, pada penilaian tingkat kesehatan Perumdam tahun 2024, pihaknya meraih nilai 3,09 dengan Peringkat Nasional ke-10 serta Peringkat I Provinsi Kalimantan Tengah untuk kategori jumlah pelanggan hingga 10.000 sambungan langganan.

“Untuk tahun 2025, meskipun hasil penilaian resmi belum dirilis, kami optimistis kinerjanya akan tetap meningkat,” katanya.