PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jalan G. Obos Ujung, Palangka Raya, dikenal sebagai salah satu titik yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Kondisi tersebut tidak hanya menjadi perhatian dari sisi teknis transportasi, tetapi juga mendorong perlunya pendekatan sosial dan budaya yang selaras dengan nilai-nilai lokal masyarakat Kalimantan Tengah.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Andreas Palem Santosa, menyampaikan bahwa keselamatan lalu lintas tidak bisa dilepaskan dari aspek sosial dan budaya.

Menurutnya, membangun rasa aman di tengah masyarakat memerlukan pemahaman terhadap kepercayaan dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat.

Ia menjelaskan, masyarakat Kalimantan Tengah memiliki ikatan yang erat dengan nilai adat dan budaya, termasuk dalam memaknai ruang dan lingkungan. Oleh karena itu, setiap upaya penanganan di lokasi rawan kecelakaan perlu mempertimbangkan pendekatan yang menghormati tradisi dan keyakinan setempat.

"Pendekatan budaya dinilai mampu menghadirkan rasa tenang dan kepercayaan bagi masyarakat pengguna jalan. Ketika nilai-nilai adat dilibatkan, masyarakat merasa dilindungi secara lahir dan batin, sehingga tercipta kesadaran kolektif untuk lebih berhati-hati dan menghargai keselamatan bersama," jelasnya, Jumat, 30 Januari 2026.

Selain sebagai upaya pencegahan kecelakaan, katanya penguatan pendekatan budaya juga menjadi bagian dari pelestarian kearifan lokal. Nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun tetap hidup dan relevan dalam menjawab tantangan pembangunan modern, termasuk dalam sektor transportasi.

"Melalui sinergi antara penanganan teknis dan pendekatan budaya, pemerintah saya berharap tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman dan harmonis. Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan di Kalimantan Tengah dapat berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya lokal sebagai identitas daerah," harapnya. (MARINI/J)