BORNEONEWS, Palangka Raya - Di ujung Jalan G. Obos, kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Ketua Umum Majelis Rohaniawan Hindu Kaharingan Kalteng, Duhung Handepang Telun Rabiadi, secara resmi menyatakan telah melaksanakan upacara melepas hinting pali.
Upacara yang sarat dengan nilai budaya ini ditujukan untuk menyucikan lokasi yang pernah menjadi tempat kecelakaan lalu lintas, yang dianggap memiliki energi negatif bagi masyarakat Dayak yang menganut agama Hindu Kaharingan.
"Kejadian kecelakaan lalu lintas yang pernah terjadi di ujung jalan ini membuat kawasan tersebut memiliki makna khusus dalam konteks agama dan budaya lokal,"katanya, Sabtu, 30 Januari 2026.
Hinting pali lanjutnya adalah upacara turun temurun suku Dayak, biasanya dilakukan terkait peristiwa tragis seperti kematian akibat kecelakaan atau pembunuhan, serta dalam rangka upacara tiwah.
Duhung Handepang Telun Rabiadi menjelaskan bahwa upacara ini bertujuan membersihkan energi negatif dari lokasi kecelakaan, bukan sebagai alat untuk menyelesaikan sengketa atau menghalangi pembangunan.
"Prosesnya dilakukan dengan penuh rasa hormat terhadap nilai tradisi dan keyakinan masyarakat," tambahnya.
Sebelum pelaksanaan upacara, pihaknya telah dilakukan koordinasi erat antara pihak agama, pemerintah kota, dan masyarakat sekitar. Tujuan koordinasi adalah memastikan upacara berjalan lancar tanpa mengganggu proses pembangunan jalan yang sedang berlangsung.
"Pemerintah kota menyatakan mendukung pelestarian budaya lokal, selama tidak menghambat kemajuan infrastruktur yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat," lanjutnya.
Kecelakaan lalu lintas di ujung Jalan G. Obos pernah menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait keamanan. Kejadian tersebut meninggalkan jejak sejarah yang diperhitungkan dalam kehidupan beragama dan berbudaya.
Melalui upacara melepas hinting pali, diharapkannya kawasan ini menjadi lebih damai, aman, dan dapat dinikmati oleh semua pihak tanpa rasa takut atau kekhawatiran.
Duhung Handepang Telun Rabiadi berharap upacara ini menjadi contoh sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya.
Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati, bekerja sama membangun Palangka Raya yang maju, namun tetap memegang teguh nilai-nilai agama dan tradisi. (MARINI/j)









