BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berharap pejabat yang baru dilantik mampu berinovasi ditengah efisiensi anggaran mencapai Rp571 miliar dari pemerintah pusat.
"Kita dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, khususnya di bidang fiskal. Saya berharap pejabat yang dilantik, karena ada beberapa yang masih muda, dengan semangat tenaga muda itu muncul inovasi dan ide-ide untuk melaksanakan tugas walaupun kondisi keuangan dan SDM terbatas," ujar Halikinnor.
Hal tersebut disampaikannya saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim, yang digelar di Gedung Serba Guna Sampit, Jumat, 30 Januari 2026.
Halikinnor mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia berharap pelantikan ini dapat membawa kebaikan serta peningkatan kinerja perangkat daerah di masing-masing instansi.
Pelantikan 11 pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT) ini merupakan proses akhir dari seleksi terbuka JPT Pratama tahun 2025. Hasil seleksi tersebut telah mendapat persetujuan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) berdasarkan Surat Nomor 35997/R AK.02.03/SD/F/2025.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta seleksi yang telah mengikuti rangkaian tahapan dengan dedikasi dan profesionalisme, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi atau asesmen, penulisan makalah, hingga presentasi dan wawancara.
"Berdasarkan laporan panitia seleksi, semua peserta memiliki kualitas yang luar biasa. Saudara-saudari adalah PNS terbaik daerah yang memiliki kompetensi, integritas, dan visi untuk memajukan Kotim," katanya.
Lanjutnya, hampir seluruh peserta memperoleh nilai dalam kategori sangat baik, yang menunjukkan SDM aparatur Pemkab Kotim semakin kompetitif dan siap bersaing secara sehat. Namun, sesuai ketentuan seleksi terbuka, hanya satu orang yang dapat dipilih untuk setiap jabatan.
"Kepada yang terpilih, saya ucapkan selamat bertugas. Jabatan ini adalah amanah besar. Bagi yang belum terpilih, jangan berkecil hati. Kesuksesan organisasi bukan hanya milik pimpinan, melainkan hasil kolaborasi seluruh birokrasi," tambahnya.
Selain pejabat JPT Pratama, Halikinnor juga melantik pejabat administrator, pengawas, serta kepala puskesmas. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan menunjukkan inovasi serta prestasi.
Dengan keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, Halikinnor berharap seluruh perangkat daerah tetap mampu menjalankan tugas secara optimal.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026, anggaran Pemkab Kotim mengalami pengurangan signifikan hingga Rp571 miliar akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
"Bagaimana seluruh perangkat daerah menggali potensi pendapatan daerah agar minimal bisa membiayai pembangunan," pungkasnya.
Adapun pejabat yang dilantik terdiri dari 11 pejabat eselon II, 42 pejabat eselon III, 30 pejabat eselon IV, serta 4 kepala puskesmas. (DEWI PATMALASARI/y)









