BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tetap siaga dan siap memberikan dukungan sewaktu-waktu dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kepala perangkat daerah agar selalu siap dan siaga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dukungannya dalam pengendalian karhutla," ujar Halikinnor, Jumat, 30 Januari 2026.
Instruksi tersebut disampaikan menyusul kondisi terkini di Kotim yang mulai terdeteksi sejumlah titik panas (hotspot).
Halikinnor mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar kejadian kabut asap tebal seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak kembali terulang.
"Melihat kondisi saat ini, sudah muncul beberapa titik hotspot. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dengan melakukan pencegahan sedini mungkin agar bencana kabut asap tidak terjadi lagi," tambahnya.
Halikinnor menekankan, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi, melainkan membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah serta partisipasi aktif masyarakat.
Sebelumnya, Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga darurat karhutla selama 30 hari, terhitung mulai 23 Januari hingga 21 Februari 2026. Penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi meningkatnya kebakaran lahan seiring kondisi cuaca yang mulai mengering. (DEWI PATMALASARI/y)









