SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Harga ayam potong di pasar terus mengalami kenaikan dalam dua hari terakhir  jelang Nisfu Sya'ban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

"Harga daging ayam naik terus beberapa hari ini. Kenaikan harga ini membuat sepi pembeli, " kata salah satu pedagang ayam potong di Pasar Subuh, Nurul, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia menyebut sebelumnya harga ayam potong Rp40.000 menjadi Rp41.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi menjelang peringatan Nisfu dan diperkirakan akan berlanjut selama bulan Ramadhan.

 “Dari dua hari lalu naiknya dari harga Rp40. 000 ribu sekarang tembus Rp41. 000 per kilo. Ini diperkirakan akan naik terus, " ujarnya. 

Kenaikan harga ini berdampak langsung terhadap tingkat penjualan.  Pelanggan banyak mengurangi jumlah pembeliannya. Mereka menggantikan ayam dengan telur. 

Selain itu, pelanggan yang biasa membuat pentol daging ayam saat ini lebih memilih menggunakan daging sapi. 

“Harga naik, pembeli turun dari tingkat penjualan. Dari yang biasa beli 50 kilogram jadi 30 kilogram. Langganan pembuat pentol kalau seperti ini labih memilih menggunakan daging sapi," imbuhnya. 

Diperkirakan harga ayam tetap tinggi hingga nanti bulan puasa. Nurul mengungkapkan meski dipertengahan bulan puasa ada penurunan namun tidak banyak dan akan naik lagi menjelang Idul Fitri. 

"Puasa tetap mahal harganya, mungkin nanti di pertengahan puasa tapi tidak banyak," tambahnya. 

Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi pangan selama momentum spesial seperti Nisfu dan Ramadhan. Kenaikan harga ayam potong yang relatif signifikan memengaruhi pola belanja masyarakat, mendorong perubahan pada pilihan sumber protein keluarga. (DEVIANA/y)