SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) akan segera melakukan rapat dengar pendapat (RDP) mengenai distribusi pupuk subsidi di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, yang dikeluhkan oleh para petani. 

"Saya sudah berkomunikasi dengan Ketua Komisi II agar segera dilakukan RDP setelah masa musrenbang. Jika nanti ada temuan, tentu harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," kata Wakil Ketua II DPRD Kotim, Rudianur, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia mengungkapkan kekhawatiran apabila persoalan pupuk ini tidak segera diselesaikan, karena dapat memicu kekecewaan petani dan berdampak pada keberlanjutan sektor pertanian. Bahkan ada ancaman petani beralih menanam kelapa sawit akibat kesulitan mendapatkan pupuk.

"Kita khawatir kalau ini dibiarkan, petani bisa beralih menanam sawit. Ini yang harus kita antisipasi agar kekecewaan tidak muncul," ujarnya.

Lanjutnya, ketahanan pangan Kotim, khususnya di wilayah selatan, sangat bergantung pada sektor pertanian pangan yang selama ini dikelola masyarakat. Oleh karena itu, keberlangsungan pertanian harus dijaga bersama oleh pemerintah dan masyarakat.

"Ketahanan pangan Kotim itu ada di wilayah selatan. Ini harus dipertahankan bersama-sama antara masyarakat dan pemerintah," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)