SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) berharap usulan dana revitalisasi sekolah senilai Rp20 miliar yang diajukan ke Kementerian Pendidikan dapat disetujui, guna mendukung perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, mengatakan bahwa pada tahun 2025 lalu, Kotim telah menerima dana revitalisasi sekolah dengan nilai sekitar Rp12 miliar untuk sejumlah satuan pendidikan.

"Kita sudah menyaksikan bersama penerima dana revitalisasi tahun 2025, ada beberapa sekolah yang mendapat bantuan. Tahun kemarin kita menerima sekitar Rp12 miliar," kata Riskon, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia menjelaskan, untuk tahun berjalan, DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim masih terus mengupayakan pendanaan fisik pendidikan, khususnya untuk jenjang SD dan SMP, melalui komunikasi intensif dengan kementerian terkait.

"Untuk tahun ini, program fisik masih kita upayakan dengan berkomunikasi ke kementerian. Saya dapat informasi dari Dinas Pendidikan, sekitar Rp20 miliar memang sudah kita ajukan," ujarnya.

Lanjutnya, saat ini pagu anggaran daerah untuk fisik pendidikan sangat terbatas, yakni hanya sekitar Rp8 miliar, jauh menurun dibandingkan pagu tahun 2025 yang mencapai hampir Rp60 miliar.

"Dana yang tersedia sekarang untuk fisik satuan pendidikan, baik SD maupun SMP, hanya sekitar Rp8 miliar. Ini jauh dari pagu tahun 2025, makanya kita berupaya keras berkomunikasi dengan kementerian," tambahnya.

Ia menegaskan, usulan Rp20 miliar tersebut masih menunggu finalisasi dari kementerian, sehingga DPRD Kotim berharap adanya kabar baik pada tahun 2026 mendatang.

"Untuk Rp20 miliar itu merupakan pengajuan dari kita, tapi berapa finalisasi yang diberikan untuk Kabupaten Kotim, kita masih menunggu keputusan dari kementerian," pungkas Riskon. (DEWI PATMALASARI/y)