BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah menegaskan pentingnya percepatan revitalisasi sarana dan prasarana satuan pendidikan di Kotim.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat dukungan pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan.
"Kalau melihat kondisi di lapangan, Kotim memang masih memerlukan sentuhan anggaran dari pemerintah pusat. APBD kita belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan," ujar Riskon, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran berjalan, DPRD dan Dinas Pendidikan Kotim sangat berharap usulan bantuan yang telah diajukan ke pemerintah pusat dapat direalisasikan.
Hal ini mengingat kondisi geografis Kotim sebagai salah satu kabupaten terluas di Kalimantan Tengah, yang menyebabkan kesenjangan fasilitas pendidikan masih terasa, terutama di wilayah utara.
"Topografi Kotim cukup luas. Di daerah utara, fasilitas pendidikan, khususnya sarana dan prasarana, masih sangat terbatas dan perlu perhatian lebih," tambahnya.
Selain mengandalkan dana pemerintah pusat, Riskon juga mendorong keterlibatan perusahaan besar swasta (PBS) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
"Ke depan kita ingin PBS paling tidak memberikan atensi melalui CSR untuk membantu sarana prasarana di satuan pendidikan yang ada di Kotim," katanya.
Riskon mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam pembangunan fisik sekolah. Saat ini, pagu anggaran fisik untuk SD dan SMP di Kotim hanya sekitar Rp8 miliar, jauh menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai hampir Rp60 miliar.
"Kondisi ini yang membuat kami terus berupaya melakukan komunikasi dengan kementerian agar dana fisik pendidikan tahun ini bisa difinalisasi dan ditambah," ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini Dinas Pendidikan Kotim tengah mengusulkan anggaran sekitar Rp20 miliar ke kementerian terkait untuk program revitalisasi sekolah. DPRD Kotim berharap usulan tersebut dapat dikabulkan demi meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan menunjang peningkatan mutu pembelajaran. (DEWI PATMALASARI/H)









