BORNEONEWS, Katingan - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Katingan Adit mengatakan jika dari total lebih dari 2.500 guru yang statusnya PNS, sejauh ini ternyata masih ada di antaranya yang belum mengantongi gelar strata satu (S1).
"Sampai saat ini jumlah guru di Katingan yang statusnya PNS ada lebih dari 2.500 orang guru, belum lagi yang statusnya tenaga honorer. Tapi masih ada guru yang statusnya masih belum S1," kata Adit kepada Borneonews di Kasongan, Rabu (14/12/2016).
Meski demikian, Adit mengaku tidak mengetahui jumlah pasti guru berstatus PNS yang belum mengantongi gelar S1 ini.
"Dari informasi yang kami dapatkan, bahwa jumlah guru PNS yang belum memiliki gelar S1 ini tinggal sedikit, dan umumnya mereka tinggal di pelosok dengan usia rata-rata sudah mendekati masa pensiun," jelas Adit.
Adit mengaku jika pihaknya mendukung upaya pemerintah daerah dalam hal ini terobosan Bupati Ahmad Yantenglie yang mulai pada 2014 mempunyai program menyekolahkan para guru yang belum memliki gelar S1 untuk dikuliahkan dengan biaya ditanggung pemerintah daerah.
"Setelah program Pak Bupati itu, kemudian juga ada program pemerintah pusat yang juga mewajibkan semua guru baik yang mengajar di TK, SD, SMP dan SMA harus mengantongi ijazah S1 tersebut," katanya.
Dengan kualifikasi pendidikan yang sudah strata satu ini, Adit berharap mutu pendidikan di daerahnya juga semakin meningkat. Sebab guru-guru yang ada sudah mengantongi ijazah S1, sehingga sudah dianggap memiliki kelebihan dan kompeten.
"Harapannya dunia pendidikan di Katingan supaya lebih maju dari yang sudah-sudah, kemudian guru-guru juga bisa lebih maju dalam bidang pendidikan," harap Adit. (ABDUL GOFUR/m)








