PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minyak goreng merek Hanau diperkenalkan pada masyarakat Desa Sebuai dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi yang digelar di Aula Desa Sebuai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu, 31 Januari 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Kerjasama Kuat, Hasil Hebat, Kualitas Terjaga, Petani Sejahtera” ini menjadi ajang pengenalan minyak goreng Hanau sebagai produk premium yang bahan bakunya berasal dari buah sawit petani lokal.

Dalam kegiatan tersebut, pimpinan Koperasi Media Sejahtera Bersama, Revy Apriani, memperkenalkan minyak goreng merek Hanau kepada para pekebun sawit sebagai produk minyak premium yang bahan bakunya berasal langsung dari buah sawit petani.

“Minyak goreng merk Hanau ini merupakan minyak premium. Karena sumber buah sawitnya diantaranya berasal dari kebun Bapak dan Ibu sekalian, tentunya buah sawit yang berkualitas,” jelas Revy Apriani.

Revy Apriani menjelaskan, kualitas premium Hanau tidak hanya berasal dari bahan baku, tetapi juga dari standar penerimaan buah sawit yang ketat serta proses produksi yang modern dan higienis. Buah sawit yang diterima harus memenuhi kriteria tertentu, seperti tidak mentah dan sesuai standar mutu.

“Artinya bahan bakunya memang sudah premium, sehingga hasilnya pun harusnya premium. Ditambah lagi dengan prosesnya juga kita menggunakan teknologi yang baik dan higienis,” jelas Revy Apriani.

Revy Apriani  juga memaparkan proses produksi minyak Hanau yang sepenuhnya menggunakan mesin tanpa sentuhan manual, mulai dari pembuatan botol, pengisian, penutupan botol hingga pengepakan.

“Proses produksi minyak Hanau ini sangat higienis. Tidak ada sentuhan manual, semuanya dikerjakan oleh mesin,” jelas Revy Apriani.

Selain higienis, lanjut Revy Apriani minyak Hanau juga telah melalui proses fraksinasi maksimal sehingga tampil jernih dan ditambahkan vitamin A. Kombinasi tersebut menjadikan Hanau sebagai produk yang lengkap dari sisi kualitas dan manfaat.

“Jadi selain higienis, tampilannya juga jernih dan sudah ber-vitamin A. Komplit kombinasi produknya,” tambahnya.

Meski berstatus premium, Revy Apriani menegaskan harga minyak Hanau tetap terjangkau di pasaran.

“Walaupun minyak goreng Hanau harganya murah, namun kualitasnya  tidak murahan,” jelas Revy Apriani.

Revy Apriani berharap, masyarakat juga bisa memahami pentingnya kualitas bahan baku, tetapi juga merasakan manfaat langsung dari produk turunan sawit berkualitas yang berasal dari hasil kebun mereka sendiri.

“Karena ini minyak premium, bisa digunakan lebih dari satu kali, tidak menempel di makanan dan tetap jernih walaupun sudah dipakai berulang,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga minyam goreng hanau dijual secara langsung. Bahkan warga yang membeli minyak goreng tersebut dengan kuantitas 1 krat, bakal mendapatkan kupon undian dengan hadiah menarik. (WAHYU KRIDA/H)