KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Film horor Indonesia berjudul Kuyank resmi tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia sejak 29 Januari 2026. Bagi masyarakat yang tengah mencari rekomendasi liburan akhir pekan, menonton film ini bisa menjadi pilihan menarik.

Selain menyuguhkan teror yang mencekam, Kuyank juga mengangkat khas kearifan lokal Kalimantan yang jarang diangkat dalam film horor arus utama. Film ini juga tengah diputar di Cinema XXI Citimall Kuala Kapuas.

Kuyank merupakan film prekuel dari Saranjana: Kota Gaib dan disutradarai oleh Johansyah Jumberan. Film ini menghadirkan kisah horor dengan latar budaya Banjar yang kental, dipadukan dengan konflik keluarga dan tekanan sosial yang perlahan berubah menjadi teror mengerikan.

Cerita berfokus pada Rusmiati, perempuan kampung sederhana yang nekat menikah dengan Badri meski ramalan menyebutkan pernikahan mereka akan membawa kesialan. Awalnya kehidupan rumah tangga mereka berjalan harmonis, namun mulai goyah ketika pasangan ini tak kunjung dikaruniai seorang anak.

Tekanan semakin memuncak saat ibu mertua Rusmiati yang sejak awal menolak pernikahan tersebut mendesak Badri untuk menikah lagi demi mendapatkan keturunan. Terhimpit rasa takut kehilangan suami dan martabatnya, Rusmiati akhirnya memilih jalan pintas dengan mempelajari ajian Kuyank, sebuah ilmu hitam kuno yang diyakini mampu memberi kecantikan dan keabadian.

Keputusan tersebut justru menjadi awal petaka. Teror misterius mulai terjadi dan menelan korban, terutama bayi serta perempuan hamil. Situasi semakin mencekam ketika jati diri Rusmiati terbongkar dan kemarahan warga berubah menjadi ancaman amuk massa.

Di tengah kekacauan tersebut, Badri dihadapkan pada pilihan paling pahit dalam hidupnya, antara melindungi perempuan yang ia cintai atau menyerah pada tekanan masyarakat demi menghentikan kutukan yang terus memakan korban. Konflik batin ini menjadi kekuatan emosional utama dalam film.

Salah satu penonton, Mai, warga Kuala Kapuas, mengaku terkesan setelah menyaksikan film Kuyank di Cinema XXI Citimall Kuala Kapuas. 

“Unsur budaya Kalimantannya terasa kental, jadi bukan sekadar horor menakut-nakuti saja,” ucapnya, Sabtu, 31 Januari 2026. (SABRIANOOR/H)