SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga Sabtu (31 Januari 2026) belum dapat dipadamkan secara total.

Api yang pertama kali terdeteksi pada Rabu (28 Januari 2026) di kawasan belakang Sawit Raya tersebut masih aktif di lapisan gambut bawah tanah meskipun sudah dilakukan berbagai upaya pemadaman.

“Masih ada asap yang keluar, artinya api masih aktif di bawah permukaan gambut, " kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ketebalan gambut menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman api. Meski permukaan lahan sudah disiram air dan wilayah tersebut diguyur hujan deras selama dua hari terakhir, bara api diduga tetap menyala di dalam tanah. Pemantauan menggunakan drone oleh BPBD Kotim pada Jumat (30/1/2026) juga masih menunjukkan adanya asap dan titik panas di lokasi kebakaran.

Pada hari keempat ini, BPBD kembali menurunkan tim untuk melakukan pendinginan khususnya pada area gambut yang terbakar di bawah permukaan. Upaya tersebut difokuskan agar kebakaran tidak meluas dan segera dapat dipadamkan.

"Berdasarkan data yang kami perbarui  data luasan kebakaran ada penambahan di lokasi tersebut. Dari laporan awal  luas kebakaran sekitar 8,5 hektare, hasil analisis udara menggunakan drone menunjukkan luas yang terbakar bertambah menjadi 13,39 hektare, " sebutnya.

Kondisi kebakaran gambut yang masih aktif ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam rangka mengendalikan Karhutla sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. (DEVIANA/H)