PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – SMP Negeri 11 Palangka Raya secara resmi menyandang status Sekolah Rujukan Google pada Jumat 30 Januari 2026.

Keberhasilan ini menempatkan Palangka Raya sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan Sekolah Rujukan Google tercepat, membuktikan bahwa "Kota Cantik" siap bersaing di era digital.

Dengan kehadiran sekolah ini, kini terdapat 5 Sekolah Rujukan Google di Palangka Raya, menjadikannya salah satu barometer transformasi digital pendidikan di Indonesia bagian tengah.

Kelima sekolah ini adalah SMP Negeri 6 Palangka Raya, SD Negeri 4 Menteng, SD Negeri 5 Menteng, SD Negeri 13 Palangka, dan SMP Negeri 11 Palangka Raya.

Jayani Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menyatakan bahwa keberadaan SMPN 11 sebagai sekolah ke-5 menunjukkan transformasi pendidikan sudah menjadi realitas.

"Kami ingin teknologi bukan hanya sebagai alat, tapi sebagai pendukung belajar yang membuat siswa siswi kita siap bersaing di level global tanpa melupakan identitas lokal," ujarnya, Minggu, 1 Februari 2026.

Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar tentang pengadaan alat, melainkan perubahan kultur belajar.

Dengan menjadi bagian dari komunitas global Google, sekolah tersebut berdiri sejajar dengan sekolah unggulan dunia, membuktikan putra-putri daerah bisa mengakses pendidikan kelas dunia.

Hal ini juga menjadi parameter baru dalam penilaian kualitas pendidikan di Palangka Raya, yang berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia melalui literasi digital sejak dini.

Transformasi ini juga memberikan dampak positif pada manajemen sekolah yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan Google Workspace mendukung sistem administrasi dan ujian paperless, yang menekan biaya operasional.

Selain itu, siswa SMP Negeri 11 kini tidak canggung menghadapi ujian berbasis komputer atau asesmen nasional, karena kebiasaan menggunakan Chromebook sehari-hari membangun rasa percaya diri dan ketangkasan teknis.

"Diharapkan keberhasilan SMPN 11 dapat memantik semangat bagi sekolah lain di Palangka Raya untuk ikut bertransformasi, sehingga batasan ruang kelas semakin memudar dan siswa daerah mendapatkan pendidikan setara dengan kota besar," pungkasnya. (PATHUR/R)