BORNEONEWS, Banjarmasin - Peristiwa dugaan keracunan massal terjadi saat acara pengantin di Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Minggu, 1 Februari 2026.
Puluhan warga dilaporkan mengalami mual, muntah, dan lemas usai mengonsumsi es buah yang disajikan dalam acara tersebut.
Informasi awal yang beredar dari pihak relawan evakuasi menyebutkan, para korban mulai merasakan gejala tak lama setelah meminum es buah.
Kondisi ini membuat suasana acara berubah panik, hingga sejumlah ambulans berdatangan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban ke rumah sakit.
Seluruh korban keracunan massal kemudian dilarikan ke RSPB Amuntai untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan laporan petugas, kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPB sempat dipadati korban, termasuk anak-anak yang turut mengalami gejala keracunan.
Petugas keamanan IGD bersama pihak terkait saat ini terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban.
Data sementara yang dihimpun menyebutkan jumlah korban mencapai 51 orang, namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut bertambah jika masih ada warga yang baru merasakan gejala mual dan muntah.
Sementara itu, aparat di lapangan telah mengamankan sisa makanan dan minuman, khususnya es buah yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel tersebut akan dijadikan barang bukti untuk keperluan pemeriksaan dan uji laboratorium lebih lanjut.
Pihak berwenang menegaskan perlunya dilakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti insiden ini.
Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kelalaian atau keteledoran di bagian dapur, namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang masih perlu dibuktikan melalui hasil uji laboratorium.
"Saat ini, beberapa unit ambulans masih disiagakan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi warga dari Desa Baruh Tabing maupun desa sekitar yang mungkin mengalami reaksi lanjutan," Faisal, relawan yang meneruskan informasi dari pihak evakuasi di lapangan. (SABRIANOOR/R)









