PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan maupun temuan kasus virus Nipah di wilayah Palangka Raya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan menjelaskan bahwa virus tersebut merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.

“Virus Nipah secara alami dibawa oleh kelelawar pemakan buah (Pteropodidae). Awalnya memang menular antar hewan, namun informasi terbaru menunjukkan penularan kini bisa terjadi dari hewan ke manusia. Namun untuk Kota Palangka Raya, sampai saat ini belum ada informasi atau laporan yang masuk ke kami terkait adanya virus tersebut,” ujar Riduan, Minggu, 1 Februari 2026.

Menurutnya, orang yang terinfeksi virus Nipah akan mengalami gejala yang bervariasi, bahkan ada yang tanpa gejala (asimptomatis).

Umumnya virus ini menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan atau berat hingga ensefalitis (radang otak) fatal. Gejala awal yang muncul antara lain demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan nyeri tenggorokan.

Riduan menegaskan bahwa status kesehatan masyarakat di Palangka Raya saat ini masih aman, belum ada warga yang terkonfirmasi terjangkit virus yang menyerang sistem pernapasan dan saraf tersebut.

Pihaknya terus memantau perkembangan situasi terkait pengawasan pada sektor hewan yang menjadi inang virus, serta berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.

“Untuk pengawasan dari sisi hewan, ranahnya ada di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan kami dari segi kesehatan manusia terus bersiaga,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik berlebihan.

Masyarakat disarankan untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh agar optimal, serta menghindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit atau mengonsumsi buah-buahan yang sudah ada bekas gigitan hewan.

"Dinkes berkomitmen untuk memberikan informasi secara transparan jika ditemukan gejala klinis yang mencurigakan di lapangan, guna memastikan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin," pungkasnya. (PATHUR/R)