BORNEONEWS, Palangka Raya – Lurah Langkai Palangka Raya Muhamad Abidin meninjau kerusakan jembatan panjang yang menjadi akses utama warga Flamboyan Bawah. Kegiatan ini dilakukan setelah terjadinya ablasi yang mengakibatkan kerusakan cukup parah pada struktur jalan dan jembatan.
Jembatan panjang tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Akibat ablasi tanah di bantaran sungai, sebagian struktur mengalami kerusakan yang berdampak langsung pada mobilitas warga setempat.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah pihak terkait turut hadir, antara lain Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya, Camat Pahandut beserta jajarannya, Lurah Langkai bersama perangkat kelurahan, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Lurah Langkai, Muhamad Abidin, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, terdapat dua titik lokasi yang terdampak cukup serius.
“Ada dua lokasi yang terdampak, yakni di RT 03 RW II dan RT 07 RW VIII. Masing-masing mengalami kerusakan yang cukup signifikan,” ungkapnya, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada akses jalan dan jembatan, namun juga berdampak pada permukiman warga. Tercatat sekitar 30 unit bangunan rumah turut terdampak akibat pergeseran tanah di bantaran sungai.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi mereka yang menggunakan jembatan tersebut untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas ekonomi.
Kelurahan Langkai telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait untuk penanganan awal, termasuk pengamanan lokasi serta pendataan dampak kerusakan.
“Kami bergerak cepat melakukan peninjauan dan koordinasi agar langkah penanganan dapat segera dilakukan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, demi keselamatan dan kenyamanan warga,” ujar Abidin.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi terdampak, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan hingga kondisi dinyatakan aman.
"Saya berharap melalui sinergi lintas sektor, penanganan dampak ablasi dapat segera dilakukan sehingga akses warga kembali normal dan risiko lanjutan dapat diminimalkan," pungkasnya. (PATHUR/j)









