PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, meminta dinas terkait untuk meningkatkan dukungan terhadap kegiatan belajar mengajar secara menyeluruh dan merata di seluruh daerah.

Permintaan ini disampaikan setelah hasil kunjungan dalam daerah menemukan sejumlah kendala dalam pemanfaatan fasilitas pendukung pembelajaran, khususnya televisi interaktif yang bersumber dari pemerintah pusat dan provinsi.

Menurut Tomy, meskipun bantuan televisi interaktif telah disalurkan ke sekolah-sekolah, pemanfaatannya di lapangan belum optimal. Beberapa sekolah masih menghadapi hambatan teknis, baik dari sisi pengaplikasian perangkat maupun keterbatasan sarana pendukung lainnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng ini menilai, televisi interaktif sebagai inovasi pembelajaran seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal, namun perangkat tersebut belum tersedia di seluruh ruang kelas dan masih menemui kendala operasional.

Selain persoalan teknis, Tomy menyoroti keterbatasan jaringan internet dan pasokan listrik yang menjadi kendala utama di sejumlah wilayah terpencil.

“Kendalanya beberapa itu adalah jaringan, yang kedua adalah listrik. Tetapi semua yang diadakan provinsi itu kalau tidak salah, dari Dinas Pendidikan itu ada starlink dan PLTS untuk mendukung TV interaktif itu,” ujarnya, Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa meskipun pemerintah provinsi telah melengkapi dengan layanan internet satelit dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sekolah masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dan mengoptimalkan penggunaannya.

Tomy menilai bahwa proses adaptasi perlu diiringi dengan pendampingan dan pembenahan berkelanjutan dari dinas terkait agar fasilitas tidak sia-sia dan memberi dampak positif bagi kualitas pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia di sekolah, baik guru maupun tenaga pendukung, dalam mengoperasikan perangkat dan sarana pendukung lainnya.

“Kami mengharapkan beberapa persoalan ini dapat segera diatasi oleh dinas terkait agar kendala yang ada saat ini tidak menghambat proses belajar mengajar di sekolah,” pungkasnya. (PATHUR/j)