BORNEONEWS, Palangka Raya – Buah paken asal Kabupaten Jabiren kini menjadi primadona di sejumlah lapak pinggir jalan Kota Palangka Raya. Cita rasa manis segar serta tekstur daging buah yang lembut membuat buah lokal ini semakin diminati warga kota maupun wisatawan yang melintas.
Selain rasanya, penampilan buah paken dengan kulit berwarna cokelat kemerahan juga mudah menarik perhatian pembeli yang melintas di kawasan pinggir jalan.
Salah satu pedagang sekaligus petani paken, Lina, mengatakan buah paken yang dijual berasal dari hasil budidaya tradisional tanpa menggunakan pupuk kimia.
“Kondisi tanah yang subur dan iklim tropis di daerah Jabiren sangat mendukung pertumbuhan paken sehingga kualitas buahnya terjaga,” ujar Lina, Minggu, 1 Februari 2026.
Menurutnya, setiap hari ratusan kilogram buah paken dipanen dan dikirim ke Palangka Raya untuk dipasarkan. Pedagang pinggir jalan di berbagai titik kota menjajakan buah paken dalam kondisi segar langsung dari kebun.
Harga buah paken pun relatif terjangkau. Untuk ukuran besar, dijual tiga buah seharga Rp100 ribu. Ukuran sedang dua buah dibanderol Rp50 ribu, sedangkan ukuran kecil dijual Rp10 ribu per buah.
“Banyak pembeli yang datang secara rutin karena buah ini dianggap menyegarkan tubuh,” bebernya.
Selain menjadi camilan favorit, buah paken juga dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Kandungan vitamin C dan seratnya dinilai baik untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan.
“Manfaat tersebut membuat minat masyarakat terhadap buah paken terus meningkat,” jelas Lina. (MARINI/j)









