SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyiapkan sebanyak 120 unit stan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pelaksanaan Pasar Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotawaringin Timur, Johny Tangkere, mengatakan ratusan stan tersebut tersebar di dua lokasi strategis di Kota Sampit.

“Sebanyak 70 stan disiapkan di depan Pasar Eks Mentaya, tepatnya di samping Taman Kota Sampit, dan 50 stan lainnya berada di Jalan Yos Sudarso, depan Swalayan UMKM Sampit,” ujarnya di Sampit, Minggu, 1 Februari 2026.

Johny menjelaskan, pelaksanaan Pasar Ramadhan tahun ini tetap dipusatkan di kawasan strategis untuk memudahkan akses masyarakat serta meningkatkan perputaran ekonomi lokal selama bulan suci Ramadhan.

Dari total 120 stan yang disediakan, sebanyak 70 stan dikelola langsung oleh Dinas Perdagangan. Sementara 50 stan lainnya disediakan melalui kerja sama dengan komunitas UMKM Harati.

Kolaborasi dengan pihak ketiga tersebut dilakukan menyusul keterbatasan anggaran daerah, sekaligus untuk memperluas keterlibatan pelaku UMKM.

“Dengan keterbatasan anggaran, kami hanya mampu menyediakan 70 stan. Karena itu kami menggandeng UMKM Harati agar lebih banyak UMKM bisa ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Untuk pengisian stan yang dikelola pemerintah daerah, Johny menyebutkan ketentuannya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni diperuntukkan bagi pedagang yang rutin berjualan di Pasar Ramadhan Sampit guna menjaga nilai historis dan keberlanjutan ekonomi lokal.

Sementara itu, penentuan UMKM yang menempati stan hasil kerja sama dengan UMKM Harati sepenuhnya diserahkan kepada komunitas tersebut.

Terkait biaya, Johny menegaskan bahwa stan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tidak dipungut biaya sewa alias gratis. Pedagang hanya dibebankan biaya operasional harian seperti listrik dan kebersihan.

“Sedangkan untuk stan yang dikelola UMKM Harati, pengaturan dan biayanya diserahkan kepada komunitas tersebut, karena mitra pedagang mereka umumnya tergolong UMKM premium,” pungkasnya.