PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia dengan tema Tangguh, Mandiri, dan Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.

Laporan tersebut disusun sebagai wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan bahwa perekonomian global pada 2026 masih dibayangi perlambatan akibat melemahnya ekonomi negara mitra dagang dan dinamika pasar keuangan internasional.

“Namun demikian, perekonomian nasional diprakirakan tetap tumbuh kuat, didukung kebijakan fiskal dan moneter yang pro-growth,” ujar Yuas Elko saat membacakan sambutan Gubernur seperti dikutip Borneonews pada Minggu, 1 Februari 2025.

Ia menekankan bagi Kalimantan Tengah, kondisi ini menjadi momentum untuk terus menjaga ketahanan ekonomi daerah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa LPI 2025 merupakan bentuk transparansi kebijakan serta upaya menjaga kredibilitas dan akuntabilitas Bank Indonesia.

“Peluncuran LPI 2025 adalah perwujudan transparansi kebijakan serta upaya menjaga kredibilitas dan akuntabilitas Bank Indonesia,” ujar Perry. (HERMAWAN DP/j)