BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Keluhan terkait tabung gas LPG 3 kilogram yang cepat habis ramai diperbincangkan warga Kabupaten Kapuas melalui grup percakapan WhatsApp pada Minggu, 1 Februari 2026. Sejumlah warga mengaku mengalami hal serupa, meski tabung gas baru saja diganti dan masih tersegel dengan baik.
Salah seorang warga, Azka, menyampaikan bahwa tabung gas 3 kg yang digunakannya cepat habis dalam waktu singkat.
"Tabung gas 3 kg kenapa cepat habis. Ada yang sama?" Ucapnya.
Keluhan tersebut langsung mendapat tanggapan dari warga lain yang mengaku mengalami kejadian serupa di rumah masing-masing.
Beberapa warga menyebut gas hanya bertahan sekitar tiga hingga empat hari, padahal penggunaan tergolong normal. Bahkan ada yang mengaku harus mengganti tabung gas hingga dua kali dalam sepekan meski jarang memasak dan tidak menggunakan peralatan berdaya besar.
Menanggapi hal tersebut, warga lain mempertanyakan apakah segel tabung masih utuh saat pertama dipasang. Namun, keluhan tetap muncul meskipun kondisi segel dinilai aman dan tabung dipasang langsung dari agen atau pangkalan resmi.
Sejumlah peserta grup juga menduga kemungkinan adanya kebocoran pada regulator atau selang gas. Namun dugaan itu dibantah sebagian warga karena tidak tercium bau gas, sementara api kompor tetap normal saat digunakan.
"Sama sekali tidak tercium bau gas," ucap salah satu warga.
Keluhan ini disebut terjadi di beberapa wilayah, termasuk daerah Lamunti dan Kapuas Seberang. Bahkan ada warga yang menyebut kasus serupa juga dialami oleh tetangga dan kerabat, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kualitas atau isi tabung gas LPG 3 kg.
Warga pun berharap adanya tindak lanjut dari pihak terkait untuk menelusuri penyebab tabung gas cepat habis tersebut. Mereka meminta dilakukan pengecekan, baik terhadap distribusi, takaran isi tabung, maupun kondisi keamanan gas LPG 3 kg agar tidak merugikan masyarakat. (SABRIANOOR/j)









