SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dan PMI Kotim menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak musibah kebakaran di Kabupaten Katingan.

"Alhamdulillah, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, kami berkesempatan hadir langsung untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran di Kasongan Lama," ujar Wakil Bupati Kotim Irawati, Minggu, 1 Februari 2026.

Wabup bersama Ketua PMI Kotim Supian Hadi menyerahkan bantuan tersebut pada Sabtu, 31 Januari 2026 di Pasar Kasongan, Kelurahan Kasongan Lama, Kabupaten Katingan.

Irawati mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati sekaligus solidaritas antar daerah dalam menghadapi musibah.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok berupa beras, mi instan, serta berbagai perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, Pemkab Kotim juga memberikan bantuan uang tunai guna membantu meringankan beban korban dalam memenuhi kebutuhan mendesak pasca kebakaran.

Ia menegaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kotim, DPRD Kotim, PMI, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kotim.

"Ini adalah wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong kami. Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat dan membantu proses pemulihan warga yang terdampak," tambahnya.

Lebih lanjut, Irawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penggalangan hingga pendistribusian bantuan kemanusiaan tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada PMI, DPRD, GOW, OPD terkait, serta seluruh masyarakat Kotim yang telah berkontribusi. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga," ucapnya.

Sebagai informasi, kebakaran besar melanda Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Kasongan Hilir, Kabupaten Katingan, pada Minggu malam, 25 Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan bangunan, termasuk rumah warga, kios, dan bangunan sekolah, hangus dilalap api.

Musibah itu tidak hanya menimbulkan kerugian material yang cukup besar, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan dan aktivitas masyarakat setempat. (DEWI PATMALASARI/j)