BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 46 persen dari total penduduk pada tahun 2026. Target tersebut disesuaikan dengan sasaran nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Target ini diselaraskan dengan sasaran nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar 46 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho, Minggu, 1 Februari 2026.
Dinkes Kotim optimistis target tersebut dapat tercapai karena pada 2025, cakupan CKG di Kotim telah mencapai 38 persen, melampaui target nasional sebesar 36 persen. Capaian itu dinilai mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat.
"Capaian tahun lalu menjadi modal penting bagi kami untuk mengejar target 46 persen di 2026," tambahnya.
Untuk meningkatkan cakupan layanan, Dinkes Kotim memastikan pelaksanaan CKG berjalan rutin di seluruh puskesmas. Selain itu, strategi jemput bola terus diperkuat dengan mendatangi langsung pusat-pusat aktivitas masyarakat hingga ke tingkat rukun tetangga (RT).
"Kami turun langsung ke permukiman dan pusat keramaian agar layanan CKG mudah diakses dan merata," ujarnya.
Upaya tersebut didukung dengan penambahan satu unit mobil operasional yang diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-73 Kabupaten Kotim pada 7 Januari 2026. Kendaraan ini difungsikan untuk menjangkau wilayah strategis dan daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan.
"Mobil operasional ini difokuskan untuk memperluas jangkauan layanan CKG, terutama di wilayah terpencil," katanya.
CKG merupakan program nasional yang dijalankan Kementerian Kesehatan yang mulai dilaksanakan sejak 2025. Program tersebut bertujuan mendeteksi dini berbagai penyakit melalui pemeriksaan kesehatan dasar, seperti tekanan darah, gula darah, kesehatan indra, obesitas, tuberkulosis, dan kesehatan jiwa.
Sementara itu, pemeriksaan lanjutan seperti kolesterol, asam urat, gangguan ginjal dan jantung, serta deteksi kanker serviks, payudara, dan usus dapat dilakukan di puskesmas.
Dinkes Kotim mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program CKG sebagai langkah deteksi dini guna mencegah penyakit berkembang lebih serius.
"Komunitas atau kelompok masyarakat yang ingin menggelar cek kesehatan gratis bisa berkoordinasi dengan puskesmas terdekat atau langsung menghubungi Dinas Kesehatan Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









