PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Palangka Raya memperkuat sinergi dengan sektor akademisi.

Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan rapat koordinasi sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas PGRI Palangka Raya.

Pertemuan yang dilaksanakan di kantor Bapperida ini menjadi momentum penting dalam upaya mengintegrasikan pemikiran akademis ke dalam kebijakan publik.

"Fokus utama dari kerja sama ini adalah pelaksanaan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat," kata Kepala Bapperida Palangka Raya, Fauzi Rahman, Senin, 2 Februari 2026.

Menurutnya, kolaborasi ini sangat krusial untuk mendukung riset yang berbasis data dan inovasi.

"Dengan menggandeng FISIP Universitas PGRI, diharapkan akan lahir berbagai kajian sosial dan politik yang relevan untuk menjawab tantangan pembangunan kota, sehingga setiap kebijakan yang diambil pemerintah memiliki landasan ilmiah yang kuat," ujarnya.

Pihak Universitas PGRI menyambut baik inisiatif ini sebagai wadah bagi para dosen dan mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung.

Melalui perjanjian ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan akses untuk melakukan riset lapangan maupun praktik kerja, sementara para pakar dapat berkontribusi memberikan rekomendasi strategis bagi kemajuan daerah.

Selain penandatanganan berkas kerja sama, agenda tersebut juga diisi dengan diskusi mendalam mengenai program kerja jangka pendek yang dapat segera direalisasikan.

Kedua belah pihak sepakat bahwa sinergi antara pemerintah kota dan perguruan tinggi adalah kunci utama dalam mewujudkan visi Palangka Raya yang semakin keren dan inovatif. (HENDRI/y)