PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya,Hendy Fahlevi Diputra, mengungkapkan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) cenderung muncul saat musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke hujan.

Selama musim pancaroba, panas dan hujan yang bergantian secara bergantian menciptakan keseimbangan kelembaban dan suhu yang optimal. Hal ini membuat tempat penampungan air, baik yang sengaja maupun tidak sengaja, menjadi tempat yang ideal untuk perkembangbiakan nyamuk.

"Nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus DBD, sangat menyukai kondisi tersebut. Kelembaban yang cukup memudahkan telur nyamuk menetas, sedangkan suhu hangat mempercepat siklus hidup mereka, sehingga jumlah populasi meningkat dengan cepat," katanya, Senin, 2 Februari 2026.

Hendy menjelaskan bahwa selama periode ini, masyarakat perlu lebih waspada terhadap penumpukan air di sekitar rumah. Tempat seperti ember, gentong, atau saluran pembuangan yang tersumbat dapat menjadi sarang nyamuk dalam waktu singkat.

Pihaknya dari Dinkes Kota Palangka Raya akan meningkatkan pemantauan selama musim pancaroba, termasuk pemeriksaan lingkungan dan penyuluhan kepada masyarakat. 

Tindakan ini katanya bertujuan untuk mencegah lonjakan kasus DBD sebelum kondisi menjadi lebih parah.

Dengan pemahaman tentang hubungan antara musim pancaroba dan penyebaran DBD, diharapkannya masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan. 

"Langkah kecil seperti membersihkan tempat penampungan air secara teratur dapat membantu menekan risiko penularan, " pungkasnya.(MARINI/Y)