BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi menekankan bahwa penanganan kasus penyakit di kota setempat tidak terlepas dari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan ruang publik, seperti jalan raya.
Kebersihan jalan raya dan ruang publik dianggap sebagai langkah awal untuk mencegah penyebaran penyakit. Sumadi menjelaskan bahwa tempat-tempat yang kotor dan tidak terkelola dapat menjadi sumber perkembangbiakan mikroba dan serangga pembawa penyakit, termasuk nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD.
"Untuk menangani DBD, perlunya pembersihan drainase dan parit dari tumpukan sampah dan rumput liar. Kondisi genangan air akibat saluran yang tersumbat menjadi lingkungan yang ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak, sehingga pemeliharaan teratur sangat diperlukan," katanya, Senin, 2 Februari 2026.
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar ini mengajukan permintaan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Palangka Raya untuk meningkatkan upaya pembersihan dan pemeliharaan infrastruktur lingkungan. Tindakan ini harus dilakukan secara berkala untuk memastikan saluran air lancar dan tidak menjadi sarang nyamuk.
Sumadi juga mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan di sekitar rumah dan lingkungan sekitar. Membersihkan tempat penampungan air dan tidak membiarkan sampah menumpuk dapat mendukung upaya pemerintah dalam menekan kasus penyakit.
"Dengan kombinasi pemeliharaan infrastruktur lingkungan dan partisipasi masyarakat, diharapkan kasus penyakit termasuk DBD di Palangka Raya dapat ditekan," harapnya. (MARINI/y)









