PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya telah melakukan tindakan pemangkasan pohon yang dinilai rawan tumbang di Jalan Kinibalu, tepatnya di kawasan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Palangka Raya.

Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bahaya yang mungkin mengganggu keselamatan masyarakat dan aktivitas di sekitar lokasi.

Tindakan pemangkasan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan oleh BPBD Palangka Raya dalam mengantisipasi potensi bencana yang disebabkan oleh tumbuhan besar.

Lokasi yang dipilih menjadi fokus karena berada di dekat area pendidikan, sehingga keamanan siswa, guru, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya menjadi prioritas utama.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Pauzi mengungkapkan bahwa pohon yang menjadi sasaran pemangkasan adalah pohon Flamboyan.

"Jenis pohon ini seringkali memiliki ukuran yang besar dengan cabang yang luas, sehingga jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat dapat menjadi sumber bahaya terutama saat cuaca ekstrem seperti angin kencang atau hujan lebat," katanya, Senin, 2 Februari 2026.

Menurut Heri Pauzi, sebelum melakukan tindakan pemangkasan, tim telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pohon tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beberapa bagian cabang telah mulai menunjukkan tanda-tanda keropos dan memiliki risiko tinggi untuk tumbang, baik ke arah jalan raya maupun area sekolah.

Proses pemangkasan dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tim yang memiliki keahlian khusus dalam menangani pohon besar.

Tim juga telah melakukan pengaturan lalu lintas sementara dan memasang zona aman agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar serta menjamin keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan pohon atau tumbuhan besar yang dinilai rawan tumbang di lingkungan sekitar.

"Langkah preventif seperti ini diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya bencana yang disebabkan oleh faktor alam semula jadi dan menjaga keamanan serta kenyamanan seluruh warga kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/Y)