SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan fokus utama pada tahun 2026 adalah memperkuat ketahanan pangan. 

Sekretaris Dinas Perikanan Kotim, Muhammad Indra mengatakan, pihaknya menginginkan adanya kegiatan pilot project untuk budidaya di masyarakat. 

"Berbagai program budidaya perikanan  kami  melibatkan masyarakat secara langsung. Belum lama ini kami juga launching program budidaya ikan dalam ember, " katanya, Senin, 2 Februari 2026.

Ia juga mengatakan selain itu, Dinas Perikanan berencana mengusulkan pembangunan perikanan tematik berupa kolam portable yang menyasar masyarakat yang memperoleh bantuan melalui perusahaan-perusahaan sekitar. 

“Jadi kolam portable ini yang dibantu melalui perusahaan-perusahaan sekitar, nanti ada kegiatan penglimbasan-pengimbasan sehingga seluruh program yang dilakukan pemerintah maupun perusahaan itu bisa berjalan beriringan,” jelas Muhammad Indra.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan, baik di perairan laut maupun perairan daratan, akan diperkuat dengan bersinergi bersama kegiatan di tingkat desa. 

“Di desa itu kan ada dana ketahanan pangan, ini yang mau kita sinergikan antara kegiatan kabupaten dengan desa,” ujar Indra.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. Sinergi antara program pemerintah kabupaten dengan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan perusahaan lokal menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut. (DEVIANA/H)