BORNEONEWS, Palangka Raya – Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra mengumumkan prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah selama seminggu ke depan.
Kondisi cuaca umumnya diperkirakan berlangsung cerah berawan hingga berawan, dengan potensi terjadinya hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah provinsi Kalteng.
Parameter iklim lainnya menunjukkan suhu udara akan berkisar antara 23°C hingga 34°C, sedangkan kelembaban udara berada pada rentang 50 persen hingga 100 persen.
Angin diperkirakan akan bertiup dari arah Selatan hingga Timur dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 Kilometer per jam. Selain itu, prospek tinggi gelombang mingguan juga tercatat di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah.
Chandra mengingatkan akan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang di beberapa wilayah Kalteng.
"Selain itu, juga perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya hujan lokal dengan intensitas yang sama dalam durasi singkat, yang bahkan bisa disertai angin puting beliung di beberapa daerah," katanya, Senin, 2 Februari 2026.
Pemeriksaan cuaca juga menunjukkan potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah.
Masyarakat pesisir diimbau agar selalu berhati-hati ketika melakukan aktivitas di laut, mengingat kondisi tersebut dapat memengaruhi keselamatan perjalanan dan aktivitas di perairan.
Selain itu, perlu diwaspadai adanya pertumbuhan awan konvektif jenis Cumulonimbus yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat, sekaligus menimbulkan angin kencang dan meningkatkan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan provinsi.
Kondisi ini menjadi alasan penting bagi seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya berbagai fenomena cuaca ekstrem.
Chandra juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan siap menghadapi dampak bencana yang mungkin ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
"Disarankan untuk selalu mengikuti informasi terkini mengenai kondisi cuaca dari sumber resmi untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan," pungkasnya. (PATHUR/R)









