BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) mulai menggeser arah kebijakan dalam menekan angka kemiskinan.
Kepala Bapperida Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, menegaskan bahwa ke depannya pemerintah akan lebih masif memberikan program pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha bagi masyarakat prasejahtera dibandingkan hanya mengandalkan skema bantuan tunai.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.
Menurut Fauzi, bantuan tunai seringkali bersifat konsumtif dan hanya memberikan dampak jangka pendek bagi penerimanya.
"Dengan memberikan keahlian khusus, masyarakat diharapkan memiliki daya saing untuk masuk ke dunia kerja atau bahkan membuka lapangan pekerjaan sendiri secara berkelanjutan," katanya, Senin, 2 Februari 2026.
Program pelatihan yang akan digencarkan mencakup berbagai sektor, mulai dari kerajinan tangan, pengolahan pangan lokal, hingga penguasaan teknologi digital bagi pelaku UMKM.
Strategi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar saat ini, sehingga para peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang benar-benar bisa menghasilkan pendapatan rutin bagi keluarga mereka.
Selain pelatihan, penyaluran modal usaha menjadi instrumen penting dalam skema baru ini.
Fauzi menjelaskan bahwa banyak warga yang memiliki kemauan untuk berusaha namun terbentur oleh keterbatasan biaya awal.
Dengan dukungan modal yang tepat sasaran, pemerintah ingin memastikan bahwa unit-unit usaha kecil di tingkat rumah tangga dapat tumbuh dan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Meskipun fokus dialihkan pada pemberdayaan, pengawasan dan evaluasi tetap akan diperketat agar program ini tidak salah sasaran," jelasnya.
Bapperida akan melakukan pendataan yang lebih akurat guna mengidentifikasi warga yang memiliki potensi dan komitmen kuat untuk berkembang.
Hal ini dilakukan agar alokasi anggaran daerah dapat benar-benar memberikan perubahan signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan makro di kota ini. (HENDRI/R)
Pemko Palangka Raya Terapkan 2 Strategi Tekan Kemiskinan
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Palangka Raya Terima Banpres Rp10 Miliar
Menkes Ingin Jadikan Bus Oksigen Pemko Palangka Raya sebagai Pilot Project Penanganan ISPA
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Komentar (0)
Memuat komentar…







