PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat neraca perdagangan luar negeri provinsi ini sepanjang Januari–Desember 2025 tetap mengalami surplus besar senilai US$3.502,54 juta, meski ekspor dan impor sama-sama menurun dibanding tahun sebelumnya.  

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kalimantan Tengah, M Taufiqurrahman, menjelaskan nilai ekspor Kalimantan Tengah pada periode tersebut mencapai US$3.540,24 juta, turun 12,01 persen dibandingkan Januari–Desember 2024.

“Pada Desember 2025 saja, nilai ekspor tercatat US$387,79 juta atau turun 7,05 persen dibanding Desember 2024,” kata Taufiqurrahman menyampaikan berita resmin statistik pada Senin, 2 Februari 2026.  

Komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah sepanjang 2025 antara lain batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, bijih zirconium, niobium dan tantalum, kayu lapis, serta lignit. Negara tujuan utama ekspor adalah Jepang, India, dan Tiongkok.  

Sementara itu, nilai impor Kalimantan Tengah pada Januari–Desember 2025 tercatat US$37,70 juta, turun 35,42 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Pada Desember 2025, impor mencapai US$2,46 juta, turun 20,65 persen dibanding Desember 2024.  

"Komoditas impor utama meliputi aspal, mesin ekstraksi, mesin freeze dryer, ketel uap, sapi, mesin lainnya, dan mesin motor tempel. Adapun negara asal impor terbesar adalah Malaysia, Singapura, dan Tiongkok," jelasnya.

Menurut Taufiqurrahman, meski terjadi penurunan baik pada ekspor maupun impor, surplus perdagangan luar negeri menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah masih memiliki kekuatan besar dari komoditas unggulan, terutama sektor pertambangan dan perkebunan.

“Surplus ini menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah,” katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)