PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke MES Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dalam rangka pemaparan Capaian Kinerja 2025 serta Program Kerja 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Transparansi, Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kobar, Senin, 2 Februari 2026.

Kunjungan kerja ini dihadiri jajaran pengurus MES Kalteng, pengurus MES Kobar, serta perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah.

Pertemuan bertujuan memperkuat koordinasi, menyamakan arah kebijakan, dan meningkatkan sinergi pengembangan ekonomi syariah di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Dalam pemaparannya, MES Kalteng menyampaikan berbagai capaian kinerja sepanjang 2025, mulai dari penguatan kelembagaan, pengembangan ekosistem ekonomi syariah, hingga pendampingan pesantren dan pelaku usaha berbasis syariah di wilayah Kalimantan Tengah.

Ketua MES Kobar, Syahruddin, menyambut baik kunjungan kerja tersebut dan menilai kegiatan ini strategis bagi daerah.

“Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi MES Kobar, untuk memahami secara utuh capaian dan arah kebijakan MES Kalteng, sehingga kami bisa menyelaraskan program di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemaparan Program Kerja MES Kalteng Tahun 2026 memberikan gambaran yang jelas bagi MES Kobar dalam menyusun rencana kerja ke depan.

“Kami berharap sinergi ini dapat mempercepat penguatan ekonomi syariah, khususnya di Kotawaringin Barat,” kata Syahruddin.

Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang diskusi dan berbagi informasi terkait capaian kinerja serta tantangan di lapangan.

Berbagai masukan dan pengalaman dibahas secara terbuka untuk memperkaya strategi pengembangan ekonomi syariah ke depan.
Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke sejumlah pondok pesantren di wilayah Kotawaringin Barat. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung implementasi program ekonomi syariah berbasis pesantren.

Adapun lokasi yang dikunjungi antara lain Pondok Pesantren Mambaul Hasan Lidda’wah di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai; Pondok Pesantren Sunan Giri Al-Wahdah di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan; serta Entrepreneur Dar Al Raudhah di Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan.

Kunjungan lapangan tersebut melibatkan Tim MES Kobar Bidang Pondok Pesantren, MES Kalteng, serta Tim Bank Indonesia Kalimantan Tengah. Tim melakukan peninjauan, dialog, dan pemetaan potensi ekonomi pesantren.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara MES provinsi, kabupaten, dan mitra strategis guna mendorong kemandirian pesantren serta mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat. (DANANG/R)