PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti kondisi jalan menuju Puskesmas Tualan Hulu yang kerap terendam banjir, terutama saat musim hujan.

Padahal akses tersebut dinilai sangat vital karena menjadi jalur utama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Jalan ini merupakan akses penting menuju puskesmas. Ketika banjir, warga kesulitan berobat. Karena itu, penanganannya harus menjadi prioritas dan tidak bisa ditunda," ujar Anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Andi Lala, Senin, 2 Februari 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan lapangan DPRD Kotim ke salah satu ruas jalan di Desa Mirah yang selama ini menjadi titik langganan banjir.

Peninjauan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kotim, Rimbun, bersama sejumlah anggota dewan lainnya.

Andi Lala mengatakan, kondisi ruas jalan sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut sudah sangat memprihatinkan. Hampir setiap musim hujan, jalan terendam air sehingga menghambat aktivitas masyarakat, terutama pasien yang hendak menuju Puskesmas Tualan Hulu.

Ia mengakui, keterbatasan kemampuan anggaran daerah menjadi kendala jika perbaikan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu, DPRD Kotim mendorong solusi alternatif melalui skema konsorsium perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

"Rencananya jalan ini akan ditimbun dan ditinggikan sekitar dua meter supaya tidak lagi terdampak banjir. Perbaikannya melibatkan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar lokasi," katanya.

Ke depan, camat setempat akan mengundang sejumlah perusahaan besar swasta untuk membahas dan menyepakati komitmen bersama dalam perbaikan jalan tersebut. DPRD Kotim juga akan turut mengawal proses agar rencana tersebut benar-benar terealisasi.

"Harapannya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta ini bisa segera mewujudkan perbaikan akses jalan ke Puskesmas Tualan Hulu, demi kepentingan dan keselamatan masyarakat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)