BORNEONEWS, Palangka Raya - Belasan warga memprotes manajemen Lion Air, lantaran keluarganya yang hendak dijemput tidak kunjung diturunkan dalam insiden amblasnya ban Lion Air, di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Rabu (14/12/2016) siang. Sekitar 200 penumpang tetap di atas pesawat menunggu perbaikan selesai, tanpa ada penjelasan memadai.
"Sudah satu jam lebih ini tidak diturunkan. Keluarga saya ada yang jantungan, sakit asma. Siapa nanti yang bertanggungjawab kalau terjadi apa-apa?. Di dalam juga panas," ucap salah seorang warga dengan raut wajah jengkel ketika berhadapan dengan Customer Service Lion Air.
Warga meminta kepastian bahwa penumpang benar-benar aman. Namun mereka juga mendesak bisa bertemu dengan pimpinan Lion Air untuk menanyakan alasan tidak segera diturunkan. Sebab, sudah satu jam lebih penumpang berada dalam pesawat di kondisi maskapai terhenti.
Tak berselang lama, warga kemudian kembali berjalan memantau kondisi Lion Air. Pukul 15.14 WIB, maskapai penerbangan itu baru bisa dievakuasi dan kembali berjalan normal. Para penumpang yang berjumlah 200 orang itu juga turun dengan selamat. (BUDI YULIANTO/N).








