BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengusung program budi daya ikan dalam ember (Budikdamber) sebagai upaya sederhana namun berdampak besar bagi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, Budikdamber mudah diterapkan dan bisa dilakukan di mana saja, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan oleh masyarakat.
“Ini bisa dilakukan di mana saja. Harapannya, program ini juga berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi pelaku usaha masyarakat Kotawaringin Timur,” kata Halikinnor di Sampit, Senin, 2 Februari 2026.
Pekan lalu, Dinas Perikanan Kotim secara resmi meluncurkan Program Budikdamber. Program tersebut akan dioptimalkan dengan menggandeng perusahaan-perusahaan besar yang berkomitmen membantu penyediaan sarana, untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Sebagai percontohan, Dinas Perikanan memelihara ikan lele dalam puluhan ember berukuran besar. Pada bagian atas ember, ditanami sayuran dengan sistem hidroponik yang memanfaatkan air sisa kotoran ikan sebagai nutrisi. Dengan sistem ini, masyarakat dapat memanen ikan sekaligus sayuran.
Halikinnor mengapresiasi inovasi yang dijalankan Dinas Perikanan. Menurutnya, Budikdamber merupakan solusi praktis yang memberikan banyak manfaat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan ekonomi keluarga.
“Saya mengajak masyarakat memanfaatkan sumber daya perairan secara bijak agar tetap lestari dan berkelanjutan. Budikdamber ini menjadi potensi yang bisa kita optimalkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi.
Untuk mendukung program tersebut, Dinas Perikanan Kotim telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar swasta, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.
Melalui Program Budikdamber, pemerintah daerah berharap masyarakat mampu memenuhi kebutuhan protein ikan secara mandiri, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga program ini memberi manfaat nyata dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” pungkas Sarwo Oboi.









