JAKARTA –

BORNEONEWS, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama jajaran kabinetnya akan membahas kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam rapat kabinet yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026.

Hal tersebut disampaikan sumber diplomatik Turki kepada RIA Novosti. Dalam rapat tersebut, pemerintah Turki akan mencermati perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah, termasuk meningkatnya ancaman AS terhadap Iran.

“Rapat kabinet akan membahas ancaman AS terhadap Iran serta dinamika kawasan. Sikap Turki yang menentang intervensi militer dan mendukung diplomasi serta dialog akan kembali ditegaskan,” ujar sumber tersebut.

Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan bahwa Turki bersama Mesir dan Qatar tengah berupaya memfasilitasi pertemuan antara Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan pejabat tinggi Iran di Ankara pada pekan depan. Namun, sumber pemerintah Turki menyatakan belum memiliki informasi lebih lanjut terkait kabar tersebut.

Dalam rapat kabinet, para menteri juga akan membahas hasil kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke Istanbul pada akhir pekan lalu. Pembahasan mencakup pertemuan Araghchi dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, pertemuannya dengan Presiden Erdogan, serta komunikasi telepon Erdogan dengan Presiden AS dan Presiden Iran.

Isu ini mencuat setelah Presiden AS Donald Trump pada Januari lalu menyatakan bahwa sebuah “armada besar” telah dikerahkan menuju Iran. Meski demikian, Trump mengaku masih berharap Teheran bersedia berunding dan menandatangani kesepakatan, termasuk terkait penghentian total pengembangan senjata nuklir.

Trump juga memperingatkan bahwa apabila tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, maka serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan sebelumnya.

Sumber: Sputnik/ANTARA