BORNEONEWS, Washington – Turki, Mesir, dan Qatar dikabarkan tengah berupaya mengatur pertemuan antara utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff dengan pejabat senior Iran di Ankara pada pekan ini.
Laporan tersebut disampaikan portal berita Axios dengan mengutip sejumlah sumber. Salah satu pejabat dari negara yang terlibat menyebut proses persiapan pertemuan masih terus berjalan.
“Prosesnya sedang berjalan. Kami melakukan yang terbaik,” ujar seorang pejabat kepada Axios, tanpa menyebutkan negara asalnya.
Seorang pejabat Amerika Serikat juga memastikan peluang berlangsungnya pertemuan antara AS dan Iran di Turki terbuka lebar, seiring meningkatnya upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Isu ini mencuat di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengungkapkan bahwa sebuah “armada besar” tengah menuju Iran. Trump menyatakan harapannya agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan guna mencapai kesepakatan yang dinilainya adil dan setara, termasuk penghentian penuh program senjata nuklir Iran.
Trump juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat telah menyerang fasilitas nuklir Iran dalam Operasi Midnight Hammer pada Juni 2025. Ia memperingatkan bahwa serangan lanjutan akan jauh lebih buruk apabila tidak tercapai kesepakatan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA/ANTARA









