BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemkab Kotim untuk membeli dan menggunakan beras Bulog, baik beras premium maupun beras medium lokal.
Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: 500/935/SETDA.EK/1/2026 tentang Pembelian Beras Premium dan/atau Beras Medium Lokal Bulog untuk ASN/PPPK di Lingkup Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Kemarin Bulog sudah audiensi dengan kami dan meminta agar masyarakat Kotim, khususnya ASN yang bertugas di OPD dan kecamatan, bisa memanfaatkan beras Bulog. Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati, dan beliau mengeluarkan instruksi agar seluruh ASN menggunakan beras Bulog," kata Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi, Selasa, 3 Februari 2026.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2025 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri serta penyaluran Cadangan Beras Pemerintah. Kebijakan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi petani lokal.
Sejalan dengan itu, Perum Bulog Cabang Kotim terus meningkatkan serapan gabah dan beras petani lokal melalui pembelian sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan rafaksi harga gabah serta beras di daerah, khususnya di Kotim.
"Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di daerah, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani lokal," tambahnya.
Melalui surat edaran tersebut, Pemkab Kotim meminta seluruh ASN dan PPPK di lingkungan organisasi perangkat daerah agar membeli beras Bulog yang tersedia di Kantor Cabang Bulog Kotawaringin Timur maupun di titik-titik pemasaran mitra Bulog.
Pemkab Kotim berharap, partisipasi ASN dalam menggunakan beras Bulog dapat membantu menyerap hasil produksi petani lokal, menjaga stabilitas harga, serta mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (DEWI PATMALASARI/y)









