BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana membangun fasilitas cold storage atau tempat pendingin ikan dengan kapasitas 10 ton di sentra ikan yaitu di Sei Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) pada tahun 2026.
“Untuk tahun 2026 ini kita ada kegiatan membangun cold storage atau semacam tempat pendingin ikan dengan kapasitas 10 ton," Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, Selasa, 3 Februari 2026
Pemilihan lokasi di Sei Ijum dilakukan karena area tersebut menjadi sentra penting kegiatan bongkar muat ikan yang didatangkan langsung dari laut. Sebelum ikan didistribusikan ke pasar, diperlukan tempat penyimpanan yang ramah dan memadai.
“Dipilih di sana karena di Sei Ijum akan digunakan untuk kegiatan bongkar muat kapal-kapal yang dari laut. Jadi di sana harus ada penyimpanan ikannya," ucapnya.
Hal tersebut juga bertujuan mengalihkan aktivitas bongkar muat dari pelabuhan lama, yaitu pelabuhan PPM, ke lokasi baru yang lebih efisien.
“Tidak ada lagi bongkar muat di pelabuhan yang di pelabuhan PPM, oleh karena itu mereka juga minta supaya sebelum ikan itu laku semuanya harus ada tempat penyimpanan ikan dulu," kata Oboi.
Proyek pembangunan cold storage ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Kotim. Sehingga pada tahun 2026 ini pembangunan cold storage kapasitas 10 ton itu akan dilakukan.
"Keberadaan cold storage ini sangat diperlukan oleh para nelayan kita. Jadi ini sifatnya urgent," tegasnya.
Keberadaan cold storage ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyimpanan ikan serta mendukung pengembangan sektor perikanan di Kabupeten Kotawaringin Timur secara berkelanjutan. (DEVIANA/y)









