BORNEONEWS, Sampit – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Yephi Hartady Periyanto akan segera melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti persoalan distribusi pupuk yang dikeluhkan petani di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.
"Nanti akan kami rapatkan dulu dengan jajaran bagaimana cerita kronologisnya. Karena saya melihatnya baru dari luar bukan dari dalam," ujar Yephi, Selasa, 3 Februari 2026.
Yephi mengungkapkan, hingga saat ini dirinya belum menerima koordinasi langsung terkait kisruh distribusi pupuk tersebut karena baru menjabat sebagai Kepala DPKP Kotim.
Ia juga menyebutkan adanya informasi bahwa persoalan ini akan dibahas melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kotim, namun hingga kini belum ada jadwal resmi yang diterimanya.
"Kalau kemarin sebenarnya informasinya akan segera di RDP oleh DPRD, tapi sampai saat ini belum. Sebenarnya ini posisinya ada di penyuluh," tambahnya.
Sebagai pejabat baru, Yephi menegaskan pentingnya memastikan akar persoalan sebelum mengambil langkah kebijakan. Ia juga membuka peluang penerapan sistem digital dalam pengelolaan dan pengawasan distribusi pupuk agar lebih transparan dan akuntabel.
"Saya memastikan problematikanya sebenarnya apa. Mungkin kita nanti juga kita kembangkan digitalisasi, agar bisa lebih terjaga dan akuntabel karena ada pengawasan digital. Ini yang akan kita coba agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









