PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengingatkan bahwa harga telur di wilayah kota harus dijaga tetap stabil meskipun sedang berjalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan volume permintaan komoditas ini. 

Telur kata Rana, sebagai sumber protein utama dalam program tersebut menjadi prioritas untuk dipastikan ketersediaannya dengan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Program MBG memang sangat penting untuk meningkatkan gizi anak-anak kita, namun kita harus memastikan bahwa peningkatan permintaan telur akibat program ini tidak menyebabkan kenaikan harga yang memberatkan masyarakat luas," ujar Rana, Selasa. 3 Februari 2026.

Menurutnya, tanpa pengelolaan yang baik, peningkatan permintaan berskala besar dari program dapat mengganggu keseimbangan pasar dan berdampak pada daya beli masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Rana menjelaskan bahwa beberapa langkah strategis perlu diterapkan, antara lain melakukan koordinasi yang erat antara pemerintah kota dengan penyedia telur lokal dan distributor untuk memastikan pasokan yang cukup. 

Selain itu, penetapan mekanisme harga pembelian untuk keperluan MBG juga harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan peternak dan kemampuan anggaran serta dampaknya pada pasar umum.

Selain pengelolaan pasokan, pihaknya juga menekankan pentingnya memperkuat pengawasan terhadap distribusi telur di tingkat pasaran. Hal ini bertujuan untuk mencegah praktik penyimpangan seperti penimbunan atau pemalsuan harga yang dapat terjadi akibat adanya permintaan besar dari program MBG. 

"Kita harus memastikan bahwa telur yang disediakan untuk program tidak mengurangi pasokan di pasar umum atau menyebabkan kenaikan harga yang tidak wajar," tambahnya.

Rana juga mengusulkan agar pemerintah kota mendorong peningkatan produktivitas peternak telur lokal melalui berbagai bentuk bantuan, seperti pelatihan teknologi budidaya yang lebih baik, akses terhadap bibit unggul, serta pembiayaan yang mudah dijangkau. Peningkatan produksi lokal diharapkan dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan telur baik untuk program MBG maupun keperluan masyarakat.

"Program MBG harus memberikan manfaat ganda, bukan hanya bagi anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi tetapi juga bagi peternak lokal dan masyarakat luas yang tetap dapat mengakses telur dengan harga stabil," pungkasnya. (MARINI/H)