BORNEONEWS, Palangka Raya – Penyebab terjadinya ban depan Lion Air JT 687 amblas di tengah landasan, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya lantaran kesalahan pilot. Hal ini disampaikan Kasi Keamanan dan Pelayanan Darurat, Bandara Tjilik Riwut, Huntal Purba.
“Lion Air JT 687 mendarat dari Jakarta, pukul 13.35 WIB. Di tengah landasan ada pekerjaan overlay. Semua sebenarnya sudah dinotemkan (diberi peringatan). Tidak boleh melakukan holding kalau tidak di turning area. Turning area adalah ujung landasan yang sudah dipersiapkan untuk holding atau berputar arah yang kemudian menuju apron,” ucap Purba kepada wartawan, Rabu (14/12/2016) sore.
“Ternyata krunya itu memotong. Dengan kata lain pilotnya melanggar,” jelas Purba.
Karena melakukan pelanggaran itulah, lanjut dia, bagian ban depan masuk ke aspal yang masih belum keras. “Otomatis roda depan ngelok dan akhirnya menggerus aspal yang masih lembek. Memang dalamnya tidak seberapa, tapi pesawat isinya penuh dengan jumlah penumpang 200 orang,” ungkapnya.
Menurutnya, kejadian ini tidak berpengaruh terhadap maskapai penerbangan lain yang hendak landing. Karena, lanjut dia, jadwal landing masih kosong. Namun demikian, berdampak bagi penumpang yang hendak takeoff dari bandara tersebut ke luar daerah.
Sementara itu, pantauan Borneonews, sejak ban maskapai tersebut amblas, seluruh penumpang tetap berada dalam pesawat. Sejumlah keluarga yang menanti untuk melakukan penjemputan terlihat khawatir. Bahkan sebagian besar di antaranya mendatangi Custemer Service untuk memprotes kenapa tidak segera diturunkan.
Alasannya, lebih dari satu jam sudah seluruh penumpang berada dalam pesawat. Pada pukul 15.14 WIB, Lion Air tersebut kembali berjalan normal dan menuju apron atau tempat parkir pesawat.
Menyikapi hal ini, menurut Purba, itu adalah pihak yang berpikir bagaimana untuk turun dengan cepat. Namun pihaknya memiliki beberapa pertimbangan. Yakni menurunkan penumpang di tengah landasan tidak segampang apa yang dibayankan.
“Kemudian, semua fasilitas harus kita siapkan. Kalau 200 orang diturunkan di tengah landasan, tentu akan naik tangga, menyiapkan transportasi dan belum lagi penumpang akan lelah serta kepanasan. Makanya didiperhitungkan,” jelas Purba.
Purba memastikan jika saat ini sudah tidak ada masalah lagi. Termasuk Lion Air tersebut. “Sudah kembali normal. Karena Cuma pilotnya yang melanggar. Nanti akan kita berikan teguran,” tutur Purba.
Adrian, seorang warga yang hendak menjemput keluarganya mengaku sempat panik. Sebelumnya dia menerima telepon dari keluarganya bahwa maskapai tersebut terhenti di tengah landasan. Adrian mencoba bertanya apa penyebabnya.
Adrian kemudian melihat kondisi Lion Air dari samping bandara. Disitulah dia mendengar bahwa ban depan Lion Air amblas. “Saya sempat nanya ke petugas Lion Air tidak bisa jawab. Katanya keamanan penumpang aman saja. Kalau ini kesalahannya ada pada landasan, maka berbahaya sekali itu. Untungnya pelan-pelan,” ucap Adrian. (BUDI YULIANTO/m)








