BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman bagi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Untuk meminimalisirnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menerapkan gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).
Menurut Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kobar Arif Susanto, pada musim pengujan ini, walaupun kasus DBD tergolong masih sedikit, pihaknya tetap menggerakan pantau jentik dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Pihaknya, sudah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikanya. Termasuk melatih sejumlah ibu rumah tangga (IRT) menjadi Jumantik di rumah masing-masing.
"Akan lebih efektif gerakan satu rumah satu jumantik, agar rumah bebas jentik," kata Arif. Rabu (14/12/2016).
Menurut Arif, kendala saat ini adalah kurangnya rasa kepedulian masyarakat terhadap kesadaran kebersihan lingkungan sekitar. Namun hal itulah tantangan pihaknya untuk terus menggerakan strategi mengurangi kasus DBD di Kobar.
"Itulah tantangan kita, Mas. Mungkin strateginya semua ibu rumah tangga harus tahu cara memantau jentik," ucapnya.
Arif menjelaskan, jumantik merupakan anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk. Ha itu dilakukan untuk mengendalikan penyakit DBD dilingkungan dengan PSN dan 3M Plus.
"Untuk di Kobar yang jelas tahun ini turun dari tahun 2015 lalu ada 310 kasus, tahun 2016 sekarang ini ada 230 kasus," terangnya.
Arif mengimbau, kepada masyarakat Kobar untuk menerapkan 3M Plus dengan cara menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan barang bekas, plus mencegah dari gigitan nyamuk.
"Walaupun cara ini merupakan cara lama, namun tidak semua lingkungan masyarakat menerapkan cara tersebut," tandasnya.(FAHRUDDIN FIITRIYA/m)








