PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dibobol maling, Senin, 2 Februari 2026 dini hari. Dalam peristiwa tersebut, uang tunai senilai Rp871 juta raib digasak pelaku.

Informasi awal menyebutkan, pelaku diduga menggunakan mesin las untuk merusak brankas ATM. Setelah berhasil mengambil uang dalam pecahan seratus ribuan, mesin ATM tersebut kemudian dibakar hingga kondisinya hangus.

Api yang muncul dari mesin ATM sempat mengundang perhatian warga sekitar. Warga kemudian menghubungi kepala desa setempat dan meneruskan laporan tersebut kepada pihak Bank BSI.

Berdasarkan keterangan warga, ATM tersebut berada tepat di belakang mess KUD Karya Tani. Peristiwa pertama kali diketahui oleh karyawan KUD yang melihat kondisi mesin sudah rusak dan terbakar.

“Sepertinya ATM dirusak dengan cara dilas, dan mesinnya terbakar. Kondisinya hangus,” ujar Ikin yang mendapat informasi dari keponakannya sebagai pegawai BSI, Selasa, 3 Februari 2026.

Diketahui, mesin ATM tersebut baru saja diisi uang oleh petugas bank pada Jumat, 30 Januari 2026. Diduga, uang di dalam brankas ATM masih terisi penuh saat kejadian berlangsung.

Usai kejadian, lokasi langsung dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi.

Kapolsek Pangkalan Lada, Iptu Suhartono, membenarkan adanya pembobolan tersebut. Ia mengatakan, sejumlah saksi dari pihak BSI telah dimintai keterangan, terutama yang berkaitan dengan rekaman Closed Circuit Television (CCTV).

“Sementara ini yang sudah kita mintai keterangan dari pihak BSI yang berhubungan dengan CCTV,” ujarnya.

Ia menambahkan, total uang tunai yang digasak pelaku mencapai Rp 871 juta. Saat ini, kepolisian masih melakukan pengembangan dan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas serta jumlah pelaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor, guna membantu proses pengungkapan kasus pembobolan ATM tersebut. (DANANG/j)