PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mencatat puluhan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari 2026. 

Dari hasil pendataan, luas lahan yang terbakar mencapai 20,460 hektare dan tersebar di empat kecamselu, kemudian seluas 12,76 hektar berhasil dipadamkan. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Reneli, mengatakan kejadian karhutla terjadi dalam rentang waktu 9 hingga 29 Januari 2026. Empat wilayah terdampak tersebut meliputi Kecamatan Arut Selatan, Kumai, Kotawaringin Lama, dan Pangkalan Banteng.

“Di Arut Selatan ada 12 titik, Kumai 10 titik, Pangkalan Banteng 1 titik, dan Kotawaringin Lama 2 titik,” ujar Reneli saat dikonfirmasi, Selasa, 3 Februari 2026.

Menurutnya, penyebab kebakaran diduga kuat akibat aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut memicu api yang cepat meluas, terutama pada kondisi cuaca panas dan lahan kering.

Reneli menjelaskan, proses pemadaman di lapangan menghadapi berbagai kendala, terutama akses menuju lokasi kebakaran. Banyak titik api berada di wilayah yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.

“Armada tidak bisa masuk ke lokasi, jadi pemadaman dilakukan menggunakan mesin pompa air. Belum lagi jauh dari sumber air. Ini tentu memperlambat proses penanganan,” jelasnya.

Selain itu, laporan kebakaran kerap diterima pada malam hari, sehingga tim baru dapat bergerak dan melakukan pemadaman pada keesokan harinya, demi alasan keselamatan dan keterbatasan visibilitas.

BPBD Kobar mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika melihat titik api atau asap. Upaya pencegahan dan partisipasi warga dinilai penting, untuk menekan potensi karhutla di tengah musim panas awal tahun 2026. (DANANG/j)