BORNEONEWS, Palangka Raya – Greget lima fraksi pendukung Gubernur Sugianto di DPRD Kalteng sempat mengemuka untuk tampil di depan membela pemerintahan. Mereka besepakat memutuskan akan “mengambil alih” tugas penjadwalan agenda sidang dan rapat di gedung DPRD yang biasa dilakukan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD, bahkan Selasa malam berkumpul untuk membahas teknis rapat pagi harinya.
Rencananya, Rabu (14/12/2016) pagi, lima fraksi menggelar rapat membahas jadwal Banmus dan meminta dua orang Wakil Ketua DPRD, yaitu Abdul Razak (Golkar) bersama Baharudin Lisa (Demokrat) untuk memimpin rapat Banmus dengan target menyusun jadwal pembahasan tiga raperda sampai nanti diparipurnakan di gedung DPRD ini. Sayang, Rabu pagi kemarin, ternyata pentolan lima fraksi batal mengeksekusi rencana tersebut.
Lima fraksi yang awalnya menggebu ini, ternyata malah loyo. Hingga siang, tidak ada rapat yang dua hari sebelumnya terus digembor-gemborkan bahkan telah menjadi ancaman bagi Ketua DPRD Reinhard Atu Narang yang dinilai lamban memberi keputusan penjadwalan.
Kondisi ini berkebalikan dengan sikap tegas Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Dalam kesempatan berbicara di hadapan ratusan tokoh, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, akademisi, Ketua BEM, dan pelaku bisnis di Kalteng yang hadir dalam acara dialog di Istana Isen Mulang (IIM) pada Selasa (13/12/2016) malam.
Dalam dialog yang berakhir tengah malam itu, ia mengajak semua pialang politik di gedung DPRD agar menghilangkan ego dan kepentingan sempit melainkan melihat sisi kepentingan besar yaitu rakyat Kalteng. Sugianto pun tegas menyerukan agar lima fraksi pendukung bersikap fight menghadapi dua fraksi di DPRD Kalteng yang ngotot tidak mau membahas.
“Kalau ada kepentingan tolong dibuang dulu. Mari kepentingan Kalteng dulu diprioritaskan. Kalau memang tidak terjadi pembahasan, saya sudah bicara kepada fraksi pendukung untuk tegas mendukung pemerintahan dan harus fight menghadapi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi untuk berubah. Kalaupun lima Fraksi ini tidak berani fight, tidak apa-apa. Saya akan lapor Mendagri untuk meminta arahan sikap yang harus diambil,” tegas gubernur muda ini.
“Mudah-mudahan besok segera membahas OPD, sehingga APBD dan RPJMD sudah bisa dibahas. Saya ingin ajak, hilangkanlah ego dan kesombongan kita. Mari bersama sama segera dibahas Raperda organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera bisa pelaksanaan perencanaan pembangunan,” lanjut dia.
Ungkapan gubernur mendapat dukungan antusias dari tokoh masyarakat, tokoh adat, ormas keagamaan yang hadir, juga kalangan mahasiswa. BEM Universitas Palangka Raya, menyatakan siap aksi turun jalan lurug gedung DPRD jika masih saja wakil rakyat bandel urusi APBD 2017.
Terus Didesak, Atu Melunak
Sementara itu, dikabarkan akibat desakan bertubi dari sejumlah pihak dan tokoh masyarakat akhirnya Ketua DPRD Kalteng Reinhard Atu Narang melunak. Ia mau untuk memerintahkan jajarannya untuk merapatkan jadwal Banmus pada Rabu malam.
Pada Rabu pagi keluar surat ditandantangani Atu per 14/12/2016 yang isinya perihal undangan Rapat Banmus. Pihak yang diundang rapat adalah Pimpinan DPRD, Anggota Banmus, Ketua Balegda, Ketua Komisi, dan Tim Ahli DPRD. Rapat dijadwalkan lukul 19.30 WIB di ruang rapat gabungan. Tetapi dalam undangan ini tidak disebutkan agenda rapat membahas apa saja.
Sebelumnya diberitakan lima Fraksi menyurati sampai dua kali kepada Ketua DPRD agar menjadwalkan pembahasan tiga Raperda yang mendesak, namun tidak dihiraukan. Terakhir pada Selasa malam, lima fraksi bersepakat menggelar rapat untuk membahas jadwal pembahasan tiga Raperda untuk Rabu pagi. (ROZIKIN/m)








