BORNEONEWS, Palangka Raya – Mahasiswa Kota Palangka Raya yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi kemahasiswaan lainnya bakal ngelurug gedung DPRD Kalteng jika anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kalteng tidak juga selesai di tetapkan pada penghujung Desember.
“Kami mendesak agar APBD Kalteng yang merupakan representasi anggaran rakyat dan pelayanan publik untuk segera disahkan oleh DPRD. Bukan hanya dibahas tapi kami juga minta ada tanggal kapan kepastian pengesahannya. Kalau tidak, kami akan turun jalan dan menuju gedung DPRD,” tegas Wakil Presdien BEM Universitas Palangka Raya Chrismes Santolo mewakili mahasiswa yang hadir di Istana Isen Mulang, Selasa(13/12/2016) malam.
Pernyataan Chrismes disampaikan di hadapan ratusan tokoh, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, akademisi, DPRD Kalteng, dan pelaku bisnis di Kalteng yang hadir dalam acara dialog Gubernur Kalteng tersebut.
Ia menilai, apa yang dipertontonkan politikus di gedung DPRD Kalteng tidak memikirkan rakyat banyak. Hanya karena penilaian sepihak mengenai pelantikan jabatan membuat tidak kunjung dibahasnya anggaran untuk pembangunan. Ia mengaku miris, karena itu ia bersikeras bagaimanapun agar ada kesamaan persepsi menilai pembahasan anggaran dan menempatkan kepentingan publik ketimbang kepentingan pribadi dan kelompok.
Sementara itu dari pihak DPRD Kalteng, Ketua DPRD R Atu Narang yang tidak hadir dan diwakili Wakil Ketua DPRD Kalteng Baharuddin Lisa dalam kesempatan tersebut belum menjawab lugas permintaan mahasiswa dan sejumlah tokoh agama, masyarakat dan pemuda. Ia hanya menjawab datar mengenai kepastian pembahasan dan pengesahan APBD.
Ia beralasan, pembahasan di dewan diatur oleh mekanisme jadwal. Lambannya pembahasan menurut dia, pertama karena banyaknya kesibukan. Kedua, karena bermacam-macamnya keinginan dan persepsi kelompok di DPRD sehingga perlu memakan waktu lama.
Baharuddin yang juga Ketua Demokrat Kalteng ini hanya mengatakan pihaknya bertekad membahas sesuai kemampuan. Namun dari pernyataannya, belum ada jaminan selesainya APBD 2017.
“Saya sudah ketemu ketua. Kita siap akan bahas siang-malam untuk tiga raperda mudah-mudahan akan segera selesai. Beberapa fraksi juga sudah saya temui dan besok akan segera dimulai (pembahasan jadwal),” ucapnya.
Wajar Rakyat Demo
Sementara itu tokoh adat dan tokoh masyarakat Kalteng, Lukas Tingkes mengaku prihatin dan miris dengan kondisi yang dipertontonkan DPRD saat ini. Ia juga prihatin, karena Gubernur Kalteng sudah berupaya melakukan upaya pendekatan termasuk mencabut SK pelantikan yang menjadi batu ganjalan meski hasilnya tetap tidak menyelesaikan masalah bagi anggota DPRD.
Menurut Lukas, wajar rakyat berdemo, termasuk mahasiswa dan pemuda yang mengusung aspirasi masyarakat Kalteng. Sebab mereka datang kepada wakil rakyatnya di Gedung DPRD untuk pertanyakan haknya.
“Dalam sejarah Kalteng mungkin baru kali ini pembahasan molor di DPRD dan sangat terlambat. Saya harap semua Anggota DPRD berfikir kepentingan rakyat, seruan masyarakat adalah tinggalkan kepentingan sempit, buang polemik di Sungai Kahayan,” tegas Lukas.
“Mari satukan langkah. Gubernurnya muda dan Ketua DPRD- nya sudah tua, tetapi mari bergandengan tangan. Semua pimpinan fraksi, Komisi dan pimpinan DPRD, buka mata hati dan nurani, jangan ego-egoan. Hati saya menangis lihat kondisi Kalteng hari ini. untuk DPRD, kembalilah kepada huma betang dan kesatuan serta harkat martabat melalui musyawarah yang belum bahadat,” pungkas dia. (ROZIKIN/m))








