PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengharapkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2026 disusun dan direalisasikan sesuai dengan skala prioritas pembangunan kota saat ini. 

Hal ini kata Nenie menjadi bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan berfokus pada kebutuhan utama masyarakat.

Nenie menjelaskan bahwa prioritas pembangunan yang ditetapkan melalui Musrenbang sejalan dengan arah kebijakan yang telah disepakati dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. 

"Kami harap hasil dan realisasinya sesuai dengan skala prioritas saat ini. Saat inikan sedang berjalan Musrenbang," katanya, Rabu, 4 Februari 2026.

Beberapa sektor yang menjadi fokus utama Nenie meliputi pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. 

Hal ini juga katanya selaras dengan program prioritas Provinsi Kalimantan Tengah yang termasuk pengembangan zona tengah sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pariwisata.

"Infrastruktur jalan menjadi salah satu poin penting dalam prioritas pembangunan. Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya telah fokus pada pembangunan dan perbaikan jalan di kawasan prioritas seperti Rajawali, Tilung, dan Panarung. Pada tahun 2025, juga telah dilakukan rekonstruksi jalan dan normalisasi drainase di titik rawan genangan di Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut, yang menjadi dasar untuk perencanaan lebih lanjut di tahun 2026," tambahnya. 

Sektor kesehatan dan pendidikan juga kata Nenie harus mendapatkan perhatian khusus. Sejalan dengan capaian 100 hari kerja Wali Kota Fairid Naparin yang mencakup berbagai program layanan publik, hasil Musrenbang juga memastikan peningkatan fasilitas kesehatan seperti pembangunan dan renovasi puskesmas, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah-sekolah. 

Nenie menekankan bahwa, kedua sektor ini menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat Palangka Raya. Pemberdayaan ekonomi lokal tidak kalah pentingnya. Nenie yang sebelumnya juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor parkir, sarang burung walet, dan UMKM, menyatakan bahwa hasil Musrenbang juga memuat program untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Hal ini diharapkannya, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi tingkat pengangguran di kota. Nenie berharap bahwa realisasi hasil Musrenbang dapat berjalan lancar dan tepat waktu dengan dukungan sinergi antara semua pihak.

Ia juga mengajak, masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam memantau pelaksanaan pembangunan agar setiap program dapat memberikan manfaat nyata dan merata bagi seluruh warga Kota Palangka Raya. 

"Dengan demikian, pembangunan kota dapat berjalan sesuai harapan dan membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat, " pungkasnya. (MARINI/H)