BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Kamis (15/12), harga minyak sawit akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang tak hanya akan mempengaruhi pergerakan harga minyak sawit Malaysia, tapi juga dunia. 

Beberapa faktor berikut ini, seperti dilansir Lembaga Minyak Sawit Malaysia (MPOB), dinilai akan mempengaruhi pergerakan harga kontrak futures minyak sawit negeri jiran itu pada perdagangan hari ini.

Adapun sejumlah faktor fundamental itu meliputi:  

- Futures minyak sawit Malaysia menguat dalam dua sesi berturut-turut pada Rabu (14/12/2016) setelah data produksi dan ekspor yang dirilis pada sesi pertama perdagangan mematahkan sentimen bullish.

- Futures minyak kedelai AS jatuh ke level terendah tiga pekan pada Rabu seiring dengan munculnya ramalan hujan di sejumlah kawasan kering di Argentina. 

- Harga minyak mentah merosot lebih dari 3 persen pada Rabu (14/12/2016) menyusul lonjakan dolar AS setelah Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan dan juga karena peningkatan cadangan minyak mentah AS.

Sementara itu, futures minyak sawit acuan untuk kontrak Februari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,9 persen menjadi 3.125 ringgit ($703) per ton pada akhir perdagangan. Sebelumnya, harga sempat menyentuh 3.141 ringgit, yang merupakan level tertinggi sejak 7 Desember 2016. 

"Pasar bergairah berkat melemahnya ringgit terhadap dolar AS," kata seorang pelaku pasar dari Kuala Lumpur. 

Data dari MPOB juga mendukung penguatan, dan pasar memperkirakan tingkat inventori atau cadangan sawit akan lebih tinggi.

"Harga fisik juga terlihat menguat, yang mengindikasikan pasokan di pasar cukup ketat," katanya. (NEDELYA RAMADHANI/m)